Untuk kamu, matahariku, yang sinarnya kini terasa lebih jauh dari biasanya.
Hai, aku harap hari ini kamu masih bangun dengan cukup kuat untuk menghadapi dunia yang kadang tidak ramah.
Aku menulis ini bukan untuk mengganggumu. Aku hanya ingin menitipkan satu hal kecil:
kalau kamu sedang lelah, kalau pikiranmu sedang penuh, kalau dunia terasa terlalu bising, kamu tidak perlu menjelaskannya panjang-panjang.
Cukup bilang, dan aku akan mengerti.
Aku tahu, aku bukan pusat hidupmu. Aku tidak ingin jadi beban, tidak ingin jadi tuntutan, tidak ingin membuatmu merasa harus selalu ada.
Aku hanya seseorang yang diam-diam belajar memahami jarak, belajar menerima balasan singkat, belajar menenangkan diri saat sinarmu terasa redup.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku terlalu terang, atau justru terlalu berharap pada matahari yang sedang belajar bersembunyi.
Kalau suatu hari kamu merasa tidak ingin dikejar, tidak ingin ditanya, tidak ingin ditunggu, aku harap kamu tahu aku bisa berjalan di sampingmu, atau diam sejenak, tanpa pergi.
Tetaplah bersinar, dengan caramu sendiri. Aku akan tetap di sini, bukan untuk menuntut cahaya, tapi untuk percaya bahwa pagi akan datang lagi.
Tertanda,
Penganut heliosentrisme yang sedang belajar memahami gerhana.